Showing posts with label Sejarah CV. Show all posts
Showing posts with label Sejarah CV. Show all posts

Tuesday, December 23, 2025

Kerambit Course

 


Thanks to those who made it. Had to pull tru even with the sore throat. But alhamdulilah I managed to conduct the kerambit course for silat and cultural appreciation for this year. kerambit or karambit is a unique weapon of the archipelago that spans few hundred years of history in the achipelago. i do this not for advocating violence but for the love of silat as indonesian-malay-filipino martial culture... and the fact that the drills pertaining to the weapon contains psychomotor improvement drill that can benefit brain health by building new neuropathways. I advocate drills for skills via silat. Do join me in future short courses.

At the heart of the course was also an emphasis on control, ethics, and responsibility, reminding participants that any traditional weapon is first a tool for cultivating awareness, not aggression. Each drill was framed to develop timing, bilateral coordination, and decision-making under calm pressure, qualities that translate beyond martial practice into daily life. In this way, the kerambit becomes a medium for self-mastery and cultural continuity, reinforcing that silat is not merely something we do, but something we carry and embody.

Saturday, December 10, 2016

Strategi Perang Kuno Chakra V

                                        Strategi Perang Kuno Chakra V
Tata tempur ini juga digunakan sebagai strategi untuk perlindungan dan penyelamatan Raja.
 Rintik hujan terdengar berderap tak berirama diatas atap terpal mengiringi ayunan roda becak yang membawa kami menyusuri jalan kecil di Jalan Sukodono 4 Kawasan Religius Ampel, Surabaya. Jalan yang bergenang serta deretan rumah yang berdiri berdempetan terlihat memburai tak jelas dari balik plastik yang menghalangi kami dari bias air hujan.

Dua becak beriring merayap pelan membawa kami ke tujuan. Di satu titik becak pun berhenti, saat plastik penutup terbuka terlihat sebuah rumah yang di hiasi aksen warna biru di kusen pintu dan jendelanya. Sebuah spanduk besar tertempel di salah satu dinding, bertuliskan Padepokan Harimau Putih Chakra V.
Inilah tujuan kami, Padepokan Chakra V, sebuah perguruan pencak silat yang didirikan oleh Mas Mochamad Amien, sahabat lama kami. Sudah memasuki waktu maghrib saat kami sampai disana, padepokannya terlihat masih sepi hanya ada Mas Amien sendiri yang menyambut kami dengan riang dan lantunan suara adzan yang terdengar lantang dari pengeras suara Masjid.

Memasuki ruang dalam terlihat padepokan ini tidak terlalu luas tapi sangat memadai untuk latihan murid – murid Chakra V. Interior dalam terlihat dilengkapi dengan berbagai peralatan latihan bela diri yang lumayan lengkap, bahkan buku – buku serta koleksi senjata juga terllihat menghiasi salah satu dindingnya. Dengan padepokan ini Chakra V terhitung perguruan yang maju, mengingat tidak banyak perguruan pencak tradisional yang memiliki padepokan.

Kami berbincang mengenai banyak hal, dari bertukar kabar sahabat – sahabat pencak silat kami yang lain hingga rencana perluasan padepokan Chakra V. Saat malam mulai benar – benar gelap satu persatu murid – murid Chakra V mulai berdatangan. Suasana mulai terasa meriah, tawa dan senyum menguar karena sudah lama kami tidak saling bertemu.

Ketika mereka sudah berkumpul semua Mas Amien pun menginstruksikan untuk memulai latihan. Murid – murid Chakra V mulai berbaris dan melakukan pemanasan serta peregangan. Pemanasan reguler yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan drill pukulan setekel, tak heran murid – murid Chakra V sangat menjiwai teknik yang mereka pelajari karena jurus tidak hanya digunakan sebagai materi pelajaran semata.

Materi latihan malam itu adalah materi khusus, Patigaman, sebuah materi yang hanya diajarkan kepada murid – murid Chakra V tingkat lanjut. Teknik patigaman adalah teknik senjata tajam, baik teknik penggunaannya maupun teknik menghadapi serangan menggunakan senjata tajam. Di Chakra V teknik yang digunakan diambil dari permainan senjata mendiang Senopati Ario Bijjanan.

Teknik patigaman yang dilatih adalah teknik menghadapi serangan lawan banyak yang menggunakan senjata. Teknik ini diapdaptasi dari tata tempur atau strategi perang pasukan Senopati Ario Bijjanan yang adalah pasukan khusus. Tata tempur ini digunakan saat pasukan khusus yang hanya berjumlah sedikit, 5 sampai 2 orang melawan serbuan pasukan yang banyak dan memakai senjata. Tata tempur ini juga digunakan sebagai strategi untuk perlindungan dan penyelamatan Raja.

Tata tempur kuno ini di adaptasi dan diajarkan di Chakra V karena Mas Mochamad Amien melihat kejahatan saat ini sudah sangat sadis. Para siswa dipersiapkan untuk dapat menghadapi kejahatan yang berupa keroyokan, bukan berarti dengan menggunakan teknik ini dapat menjadi sakti dan hebat bisa melawan berapapun banyaknya lawan, tapi tata strategi ini diharapkan dapat memberikan peluang untuk melindungi dan menyelamatkan diri. Tak hanya mempelajari strateginya, para siswa juga dilatih manajemen stress ketika berhadapan dengan lawan baik perorangan maupun keroyokan.

Semua teknik dan strategi ini dilatih dengan menggunakan sistem drill yang sangat ketat dan repetisi yang berulang – ulang sehingga siswa dapat menyatu dengan tekniknya, setelah itu baru di berikan penjelasan aplikasi lalu pengembangan jurus.

Ketika berbicara tentang ke efektifan strategi dan teknik ini, Mas Mochamad Amien bercerita bahwa pada jaman penjajahan dahulu kakeknya menerapkan dan mengajarkan strategi perang ini untuk menghadapi serangan penjajah.

Tata strategi patigaman yang unik ini sudah menjadi silabus tetap dalam Chakra V, sebuah perguruan pencak silat tradisional yang  menggunakan manajemen modern. Chakra V memiliki dua macam program, yaitu program reguler dan non reguler. Program reguler banyak diminati oleh para siswa sekolah, sedangkan program non reguler biasanya diminati oleh mereka yang sudah memiliki kemampuan beladiri lainnya, bahkan kebanyakan sudah mencapai tingkatan master di disiplin bela diri lainnya.

Pada dasarnya Chakra V tidak memiliki tingkatan, tapi karena jaman modern sekarang menuntut sebuah manajemen yang rapih, maka di buatlah silabus yang dibagi menjadi beberapa tingakatan :
  • Calon Siswa     : disini dibagi menjadi dua level, di level dasar calon siswa akan mempelajari 19 teknik dasar, lalu level selanjutnya adalah jurus, dimana para calon siswa mempelajari 6 jurus dasar.
  • Siswa               : di tingkat ini siswa mulai mempelajari teknik patigaman tapi masih dalam bentuk satu lawan satu
  • Calon Keluarga : disini juga dibagi menjadi dua calon keluarga luar dan calon keluarga dalam. Disinilah banyak teknik – teknik khas dan tersembunyi Chakra V diajarkan.
Dalam menseleksi para siswanya Mas Mochamad Amien menerapkan tes psikologi maupun melihat akhlak para siswanya karena ilmu – ilmu serta teknik yang diajarkan di Chakra V adalah ilmu simpanan yang harus dipegang oleh orang – orang yang tepat, yang memiliki akhlak baik dan budi pekerti luhur.

Sesi latihan malam itu di tutup dengan makan bersama. Kami di jamu dengan hidangan khas Bijjanan, nasi jagung, belut yang empuk dilengkapi dengan rempeyek udang yang nikmat tidak lupa sambal dahsyat yang sangat khas.

sumber : https://tangtungan.com/strategi-perang-kuno-chakra-v/

Tuesday, June 16, 2015

Are’ Seka’

Are’ Seka’ tercipta pada masa peristiwa bentrokan berdarah Bere’ Temor , yakni antara Madura barat yang diwakili Bangkalan dan Madura timur yang diwakili Sampang. Peristiwa berdarah yang membuat masyarakat kedua kubu tersebut untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Saat itulah Clurit dan pisau cap Garpu sangat popular digunakan kalangan Blateran kedua belah pihak juga masyarakat umum yang merasa was-was dengan kondisi tersebut.

Peristiwa tersebut membuat seorang mantan perwira AD masa Bung Karno, Tekenek Marsidi Djoyotruno yang tinggal di Volker-Tanjung Priok terpaksa kembali pulang menjenguk keluarganya di kampong Bijjanan-Bangkalan. Disitulah ke 3 kakak beradik dan seorang sepupunya berkumpul dan membahas soal perkembangan terkini peristiwa berdarah yang banyak menelan korban jiwa dikedua belah pihak serta memakan waktu yang cukup lama. Berempat mereka membahas tentang berbagai kemungkinan dan senjata clurit yang saat itu semakin popular dari bentuk dan modivikasinya. Tahun 70-an mereka berempat yakni Marsidi, Marsilan dan Din Ajoeh Marsilem (ketiganya adalah putra-putri dari Bindereh Tekene’ Marsuden keturunan trah Ario Ahmad Bijjanan) dan M. Ali Kopok mulai melakukan serenteten penelitian dan modivikasi jurus clurit. Jurus ini tercipta dari bentuk kombinasi beberapa aliran seperti Pukulan Setekel, Akeket Macanan, Todik Bijjanan, Shantung Kuntaw dan jurus Podey Perkembangan selanjutnya, usai peristiwa berdarah tersebut, jurus ini mengalami perubahan dan penambahan khazanah tehnik baru yang di dapat dari permainan Anggar Madura (sejenis ilmu pedang) Permainan ini merupakan sumbangsih dari Mbah Sarip, seorang pendekar sahabat dari Marsidi. Jurus yang terdiri dari 10 bentuk permainan ini memiliki ciri yang sangat khas. Singkat dan praktis dengan sebuah sistim pertahanan yang rapat dan menjauh dengan bentuk serangan mematuk mirip patukan paruh burung Rajawali yang jika diartikan dalam bahasa Madura adalah Mano’ Seka’. Sejak itulah jurus ini lebih dikenal dengan sebutan Are’ Seka’ atau clurit Rajawali.

Pada masa keganasan Gank Air Laut, beberapa kali jurus ini dipakai untuk menyelamatkan dari tindak pemerasan hingga tindak penganiayaan dari mafia yang terbentuk dari orang-orang Madura tersebut. Beberapa kali bentrokan berdarah antara Marsidi dengan beberapa jawara disekitar kampung Ampel, sebuah kampung yang memiliki legenda sebagai kampung Macan juga mewarnai terbentuknya legenda sang pendekar Clurit tersebut. Demikian pula bentrokan yang menewaskan 10 nyawa yang dilakukan oleh M.Ali di sekitar RPH Pegirian, serta bentrokan berdarah yang dilakukan oleh Din Ajoen Marsilem, satu-satunya wanita dalam keluarga tersebut juga merupakan hasil manis dari kerja Are’ Seka’. Perkembangan selanjutnya jurus ini semakin tertutup, sejak munculnya Petrus yang banyak menelan korban mafia dan preman di sekitar surabaya utara, membuat kawasan tersebut aman dan jurus ini kemudian diberikan kepada dua orang penerus mereka., yakni Mas Mochamad Amien Putra tunggal Marsidi dan sepupu dari M.Ali yang bernama Mursyid.

Dari kedua penerus tersebut, hanya Mas Mochamad Amien lah yang meneruskan jejak pendekar-pendekar tersebut. Dan atas saran bibinya Din Ajoeh Marsilem serta kakak sepupunya Mursyid, jurus ini kemudian diperhalus oleh Mas Mochamad Amien dan juga disimpan dan hanya dikeluarkan beberapa bagian saja. Pada tahun 1998 silat ini diperkenalkan pertama kali kepada murid-murid Mas Mochamad Amien dalam bentuk setelen. Tahun 2001 saat lawatannya ke Toronto jurus ini diperkenalkan kepada seorang sahabat wartawannya disana. Tahun 2009 mulai diseminarkan di Surabaya dan Malang lalu pada pertengahan tahun itu, mulai merambah Jakarta