Wednesday, December 3, 2025

Kuntao

 



Kuntao/kuntau/kuntaw itu ibarat saudara tua (kepada ilmu silat) yang merantau jauh, lalu bertemu kembali dengan keluarganya di tanah Nusantara. Saat diriku mempelajari alur pukulan, cara kaki menjejak tanah, dan bagaimana tubuh “membaca” lawan, terasa sekali napasnya mirip dengan silat yakni sama-sama menekankan keluwesan, akar yang kuat, dan kecerdikan gerak. Bedanya hanya di bumbu budaya, tetapi inti ilmunya memanfaatkan tenaga pergerakan dan tenaga menyerang serta defense secara efisien, cara bermain di berbagai sudut, dan mendahulukan rasa sebelum tenaga ..itu serasa satu rumah. Sebagai orang yang "bergulat" lumayan lama dalam silat, melihat Kuntao seperti melihat cermin dari masa lalu waktu latihan bersama almarhum Mas Amien, yang mengingatkan bahwa ilmu bela diri Nusantara selalu tumbuh lewat pertemuan, bukan pemisahan.

Dalam perjalanan panjang Kuntao, tiap daerah memberi warnanya sendiri semacam air sungai yang tetap sama tapi rasanya beda di hulu dan hilir. Kuntau Dayak misalnya, dikenal dengan gaya yang membumi, gerakan pendek dan padat, seolah setiap langkah mengikat roh tanah di bawah kaki. Di Banjar, Kuntau cenderung lebih ringan, ada sentuhan ritme dan keluwesan khas pesisir, dengan permainan tangan yang cepat menyambar seperti ombak kecil yang tiba-tiba naik. Pada komunitas Tionghoa-Indonesia, Kuntao berkembang lewat jalur keluarga, membawa pola pukulan linear, sudut tajam, dan struktur tubuh mirip aliran selatan Tiongkok (China) ringkas tapi menggigit. Sementara di kepulauan Filipina, pengaruh Kuntao bertemu dengan tangkisan dan permainan senjata FMA, melahirkan corak yang kasar tapi cerdas: banyak entry yang memotong garis, disertai jebakan tangan yang membuat lawan seperti “tertelan” sebelum sempat paham apa yang terjadi. Semua ini tetap satu rumpun... beda rasa, tapi satu akar. I may be innaccurate in describing the kuntau variants but this is solely based on my observation only. Tapi inilah sedikit sebanyak apa yang saya tau dan pahami.  

No comments:

Post a Comment